Berkaca Pada Kisah “Gatotkaca Winisuda”

SUATU saat, dalam suasana malam yang diliputi mendung, Prabu Duryudana bersama gurunya Begawan Durna dan senopatinya –Sengkuni — tengah menerima tamu Patih Brajadenta dari Ksatrian Glagahtinunu. Kedatangan Brajadenta adalah untuk meminta nasihat kepada Raja Astina, tentang bagaimana dia seharusnya bersikap, karena sebentar lagi Gatotkaca, putra Bima dan Arimbi, akan segera dinobatkan menjadi Raja Pringgondani. Sebenarnya [Selengkapnya…]

Tags:

Ketika Kresna Menghormat Gatotkaca

Dalam ‘kisah’ pewayangan, ‘Gatotkaca ’dipersonifikasikan’ selalu bersedia — dengan tulus – untuk menghormati uaknya, Prabu Kresna, Raja Dwarawati yang amat sakti dan sesepuh Pandawa yang amat berpengaruh. Namun, kalau suatu saat Gatotkaca palsu bertemu dengan Kresna yang juga palsu, ‘bosa’ sebaliknyalah yang terjadi: “Gatotkaca meminta Kresna untuk menyembahnya dan Kresna palsu itu pun bersedia melakukannya.” [Selengkapnya…]

Tags:

Benarkah Mayat Disiksa Karena Tangisan?

Benarkah Mayat Disiksa Karena Tangisan? Ada satu pertanyaan yang sampai saat ini belum ‘ada’ tanda-tanda bahwa umat Islam sudah memahami jawabnya dengan tepat, karena dalam beberapa kesempatan pengajian, pertanyaan ini masih disampaikan oleh para jamaah. Pertanyaan itu adalah: “Benarkah seseorang yang meninggal akan mendapatkan siksa dari Allah karena tangisan keluarganya, karena ada beberapa hadits yang [Selengkapnya…]

Tags:

Mencermati Fenomena ‘Sang Togog’: “Pribadi Yang Terpaksa Melawan Nurani”

Dalam dunia pewayangan, kita kenal dua pribadi yang berseberangan: “Semar dan Togog”. ‘Semar’ – konon — dipilih oleh Tuhan sebagai pamong untuk para ksatria berwatak baik (Pandawa), sedangkan ‘Togog’ diutus sebagai pamong untuk para ksatria dengan watak buruk. Begitulah “takdir” yang mesti dijalani ‘Sang Togog’. Dari masa ke masa, dia terus mendampingi kaum Aristokrat Berwatak [Selengkapnya…]

Tags:

Orang yang “Beruntung dan Rugi”

PENGAJIAN AHAD PAGI MASJID MARGO MULYO NAGAN TENGAH, PATEHAN, KRATON, YOGYAKARTA Orang yang “Beruntung dan Rugi” Banyak orang yang bertanya: “Siapakah orang yang beruntung dan siapakah orang yang rugi?” Jawabnya tentu saja bergantung pada persepsi (anggapan) masing-masing orang. Nah, sebagai seorang muslim, dalam kesempatan ini saya akan menjelaskan siapa saja yang bisa disebut orang beruntung [Selengkapnya…]

Tags: