Memahami Makna Muhasabah

Teks Hadits:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ ، وَالْعَاجِزُ ، مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا ، ثُمَّ تَمَنَّى عَلَى اللَّهِ.

Terjemah:

 

“Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad bin Hanbal dari Syaddad bin Aus).

 

Penjelasan Kata-kata Kunci:

 

الْكَيِّسُ

:

Orang yang pandai; bersikap bijak.

الْعَاجِزُ

:

Orang yang bodoh; bersikap tidak bijak.

أَتْبَعَهَوَاهَا

:

Mengikuti kemauan hawa nafsunya, sehingga lalai untuk melakukan evaluasi diri.

تَمَنَّى

:

Berangan-angan; mengharapkan sesuatu tanpa upaya apa pun.

 

Makna Muhasabah

 

Muhâsabah dalam agama kita (Islam) mengandung arti yang begitu mendalam bila kita mengetahui hakikat muhasabah itu sendiri. Muhasabah identik dengan intropeksi diri atas apa yang telah kita lakukan dan apa yang harus kita perbaiki demi masa depan yang lebih baik. Terutama dalam kehidupan dunia dan juga kehidupan akherat nan kekal abadi. Mengerti, memahami akan arti definisi muhasabah dalam Islam perlu untuk setiap mukmin dalam rangka memperbaiki dirinya ke dalam hal-hal yang baik dan positif.

 

Dalil al-Qur’an yang berkaitan dengan muhasabah juga telah difirmankan oleh Allah dalam QS Al-Hasyr [59]: 18,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

 

Pengertian muhasabah adalah evaluasi diri sendiri. Sehingga penjabaran akan makna arti muhasabah adalah bahwasannya muhasabah berasal dari kata hasibah yang artinya adalah menghisab atau pun menghitung. Dalam penggunaan katanya, muhasabah diidentikan dengan menilai diri sendiri atau mengevaluasi, atau pun introspeksi diri.

 

Muhasabah berarti introspeksi diri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan dari masa-masa yang telah lalu. Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu akan dirinya sendiri. Dan manusia beruntung akan selalu mempersiapkan dirinya untuk kehidupan kelak yang abadi di yaumul akhir di akhirat yang pasti adanya.

 

Dengan melakasanakan muhasabah, seorang hamba akan selalu menggunakan setiap waktu dari detik, menit, jam dan harinya serta keseluruhan jatah hidupnya dengan sebaik-baiknya demi meraih keridhoan Allah Ta’ala. Dengan melakukan penuh akan perhitungan baik itu dalam hal amal ibadah mahdhah maupun amal sholeh berkaitan kehidupan bermasyarakat dan kehidupannya sebagai seorang hamba kepada Allah, Sang Khaliq. Allah SWT memerintahkan hamba untuk selalu mengintrospeksi dirinya dengan meningkatkan ketakwaannya kepada Allah SWT.

 

Ada beberapa manfaat dan keutamaan muhasabah bagi setiap orang yang beriman yaitu :

1.      Dengan bermuhasabah diri, maka diri setiap muslim akan bisa mengetahui akan aib serta kekurangan dirinya sendiri. Baik itu dalam hal amalan ibadah, kegiatan yang memberikan manfaat untuk banyak manusia. Sehingga dengan demikian akan bisa memperbaiki diri apa-apa yang dirasa kurang pada dirinya.

2.      Dalam hal ibadah, kita akan semakin tahu akan hak kewajiban kita sebagai seorang hambaNya dan terus memperbaiki diri dan mengetahui hakikat ibadah bahwasannya manfaat hikmah ibadah adalah demi kepentingan diri kita sendiri. Bukan demi kepentingan Allah Ta’ala. Karena kita lah manusia yang lemah dan penuh dosa yang memerlukan akan pengampunan dosa-dosa kita yang banyak.

3.      Mengetahui akan segala sesuatu baik itu kecil maupun besar atas apa yang kita lakukan di dunia ini, akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akherat. Inilah salah satu hikmah muhasabah dalam diri setiap manusia.

4.      Membenci hawa nafsu dan mewaspadainya. Dan senantiasa melaksanakan amal ibadah serta ketaatan dan menjauhi segala hal yang berbau kemaksiatan, agar menjadi ringan hisab di hari akhirat kelak.

Intropeksi diri dalam agama Islam adalah bermakna evaluasi diri sebagai salah satu pesan Rasulullah s.a.w.”, sangatlah penting dilakukan oleh setiap diri orang Muslim. Dengan sering melakukan muhasabah yang sesungguhnya, ia akan mengetahui berbagai kelemahan, kekurangan dan kesalahan yang ia lakukan.

 

Dengan begitu kita bisa mengerti akan makna hakikat sesungguhnya dalam bermuhasabah diri. Setiap diri akan senantiasa memperbaiki kualitas hidupnya. Kualitas hidup kita dalam bimbungan Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunnah-sunnah Rasulullah s.a.w. akan semakin lebih baik dan akhlak kita makin terpuji, dan akan membuat kita menjadi semakin ikhlas, semakin rendah hati dan semakin taqarrub kepada Allah Subhânahu Wa Ta’âla. Itulah makna esensial muhasabah.

 

Pertanyaannya sekarang adalah: “Apakah kita sudah melaksakannya dengan benar?