AGAMA ADALAH NASIHAT

Oleh: Muhsin Hariyanto

Apa yang dimaksud dengan kata “nasihat”? Kenapa agama disbut sebagai nasihat? Inilah pertanyaan yang selalu menggelitik di benap penulis.

Ketika penulis mencoba membuka situs internet, penulis temukan penjelasan. Nasihat – dalam pengertian etimologis — berasal dari kata an-nushu yang berarti al-khulush (murni). Sedang dalam pengertian terminologis, istilah nasihat bermakna: “suatu ungkapan yang menyatakan keinginan untuk berbuat baik kepada orang yang dinasihati”. Demikian yang ditulis Imam Ibnul Atsir.

Allah SWT mensyariatkan kepada kaum muslimin untuk saling menasihati.

Sebagaimana tertulis dalam firman-Nya

”… dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al ‘Ashr [103]: 3).

Ayat-ayat lain tentang nasihat juga terdapat dalam al-Quran, misalnya dalam QS al-A’raf [7] ayat 62 dan 69,

“Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu. dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui”. Maksudnya: aku mengetahui hal-hal yang ghaib, yang tidak dapat diketahui hanyalah dengan jalan wahyu dari Allah.”

“Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tamim bin Aus ad-Dariy r.a., Rasulullah SAW pernah bersabda:

”Sesungguhnya agama adalah nasihat.” Sebanyak tiga kali. Mereka (para sahabat) bertanya, ”Untuk siapa?” Beliau menjawab, ”untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, atau dikatakan juga, bagi para pemimpin kaum muslimin dan umat Islam pada umumnya.” (Hadis Riwayat Muslim).

Hadis ini – menurut an-Nawawi — memiliki peran yang sangat besar. Karena, di dalamnya terkandung makna bahwa tiang agama Islam dan penopangnya adalah nasihat. Dengan adanya nasihat, agama Islam akan senantiasa termanifestasi dalam jiwa kaum Muslim. Namun, apabila nasihat itu tidak ada, kehancuran akan menimpa kaum muslimin dalam setiap aspek kehidupannya.

Dalam rangkaian syarah (penjelasan) kitab al-Arba’in an-Nawawiyah, dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan penyataan bahwa Agama adalah nasehat adalah:

Pertama, agama adalah nasihat untuk Allah. Maknanya  adalah nasihat kepada umat manusia untuk beriman kepada Allah dan mengesakan-Nya. Caranya adalah dengan meluruskan niat, ikhlas semata-mata karena Allah dalam mengamalkan perbuatan baik dan beribadah kepada-Nya dengan penuh ketaatan dan ta’zhim (penghormatan).

Kedua, agama adalah nasihat untuk kitab-Nya. Maksudnya adalah agar umat manusia beriman kepada semua kitab-kitab samawi (langit) yang diturunkan dari sisi Allah SWT secara komprehensif.

Ketiga, agama adalah nasihat untuk Rasul-Nya (Muhammad). Maksudnya adalah agar umat manusia membenarkan kenabiannya, menaati perintahnya, menjauhi segala larangannya, menghidupkan sunnahnya, memahami, memraktikkan, dan menyiarkannya serta berakhlak sesuai dengan akhlak beliau.

Keempat, agama adalah nasihat untuk pemimpin kaum muslimin. Maksudnya adalah agar umat manusia bersedia membantu mereka atas kewajiban yang mereka emban, memberikan masukan, dan mengingatkan tatkala mereka lupa, an juga mencegah agar mereka terhindar dari perbuatan zalim dengan cara yang baik.

Kelima, agama adalah nasihat bagi semua umat manusia. Maksudnya adalah agama (Islam) mengajak kepada seluruh umat manusia agar melakukan kebaikan antarsesama, menutup aib, dan tidak melakukan ghibah (menggunjing) kepada sesama manusia.

Jadi, Allah menasehati umat manusia melalui agama (Islam), agar mereka menjadi yang terbaik untuk dirinya, sesama umat manusia dan makhluk-Nya, di samping untuk-Nya (memiliki kesalehan horisontal dan vertikal) di mana pun dan kapan pun dia berada.