AS-SALAM

  Fikih   24 November 2009

السَّلَمُ

(AS-SALAM)

Konsep Dasar:

Salam — atau yang juga sering disebut Salaf — adalah transaksi jual-beli dengan uang panjar (di muka) dengan syarat (batas) waktu  tertentu, dengan kuantitas dan kualitas komoditas yang terukur secara jelas. Jual-beli semacam ini secara hukum dapat dibenarkan (sah).

Teks Hadis:

قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَهُمْ يُسْلِفُونَ فِي الثِّمَارِ السَّنَتَيْنِ وَالثَّلَاثَ فَقَالَ أَسْلِفُوا فِي الثِّمَارِ فِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجَلٍ مَعْلُومٍ وَقَالَ عَبْدُاللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي نَجِيحٍ وَقَالَ فِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ  (رواه  البخارى  عن  ابن  عباس)

Terjemah:

Nabi saw datang di Madinah pada masa mereka biasa meminjam buah-buahan dua tahun dan tiga tahun, lalu beliau bersabda: “Barangsiapa yang meminjam (utang) buah-buahan, maka hendahlah ia meminjamnya (utang) dalam takaran tertentu, hingga batas waktu tertentu.” ‘Abdullah ibn al-Walid menyatakan bahwa Sufyan telah memberikan keterangan kepadanya, berasal dari keterangan Abi Najih, Dia berkata: “dalam takaran dan timbangan tertentu.” (HR al-Bukhari dari Ibnu ‘Abbas)

Makna Mufradat (Pengertian Lafal):

يُسْلِفُون : Melakukan salaf (pemesanan) atas sesuatu barang dagangan. Kata salaf disebut juga dalam jual-beli dengan sebutan salam. Disebut salam karena uang pokok diserahkan seketika di tempat, dan disebut salaf karena penyerahan (barang)-nya dilakukan terlebih dahulu.

Maksud Hadis dan Istinbath Hukum:

Rasulullah saw tiba di madinah pada saat hijrah, dan beliau mendapati penduduk Madinah terbiasa untuk melakukan salaf, karena biasa melakukan budi-daya buah-buahan dan tanaman layak-jual lainnya. Mereka, pada umumnya, terbiasa untuk menyerahkan uang panjar dan menangguhkan (penyerahan) buah-buahan yang dijualnya dalam tenggang waktu setahun, dua tahun atau tiga tahun. Dalam hal ini Rasulullah saw memandang bahwa jual-beli dengan cara ini bukan termasuk jual-beli barang yang belum ada (barangnya) di tangan penjual yang akan dapat menjurus kepada penipuan (gharar), karena jual-beli salaf ini bergantung kepada jaminan dan bukan pada barang yang diperjualbelikan.

Rasulullah saw menjelaskan beberapa hukum dalam mu’amalah (jual-beli) ini, yang pada saatnya dapat menghindarkan perselisihan di kemudian hari, yang mungkin (diprediksi) akan muncul karena tenggang waktu yang ditentukan pada masa transaksi. Beliau bersabda: “Barangsiapa melakukan salaf pada komoditas tertentu, hendaklah dia menetapkan kadarnya dengan takaran atau timbangan tertentu, sesuai dengan ketentuan yang disepakati, dan hendaklah kedua pihak saling mengikatnya dengan waktu tertentu. Sehingga, setelah diketahui kadar ukuran, timbangan dan waktunya oleh masing-masing pihak, tidak akan muncul perselisihan di antara keduanya pada saat penyelesaian transaksi (ditandai dengan pelunasan pembayaran dan penyerahan komoditas yang ditentukan dalam kadar takaran, timbangan dan waktu yang sudah disepakati pada saat terjadi transaksi jual-beli).

Penjelasan:

1. Hadis tersebut di atas diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Kitab Salam, pada hadis nomor: 2094.

2. Hadis semakna juga diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitab Musâqah, nomor 3010 dan 3011, sebagai berikut:

٣٠١٠ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى قَالَ عَمْرٌو حَدَّثَنَا وَقَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَهُمْ يُسْلِفُونَ فِي الثِّمَارِ السَّنَةَ وَالسَّنَتَيْنِ فَقَالَ مَنْ أَسْلَفَ فِي تَمْرٍ فَلْيُسْلِفْ فِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجَلٍ مَعْلُومٍ.

٣٠١١ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ كَثِيرٍ عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّاسُ يُسْلِفُونَ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَسْلَفَ فَلَا يُسْلِفْ إِلَّا فِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ حَدَّ

Tags: