Beda Pendapat, Siapa Takut?
Baru saja saya memberi kuliah Fiqih Mu’amalah kepada para mahasiswa EPI FAI UM Yogyakarta.

Setelah usai kuliah, ada dua orang mahasiswa mendekati saya, dan bertanya: “Apa kami boleh berbeda pendapat dengan bapak?”

Saya jawab spontan: “Sangat Boleh”. Silakan. Kalau perlu kita berdebat untuk menemukan kebenaran, dan jangan ‘cari’ pembenaran.

Saya justeru sedih kalau anda berdua memaksa diri untuk menjadi muqallid saya. Saya merasa gagal kalau punya mahasiswa yang hanya bisa menyetujui pendapat saya tanpa alasan apa pun.

Ayo kita berdiskusi tentang apa saja dengan semangat mujtahid. Dan jangan pernah takut untuk berbeda.

Kita mulai dari sekarang!