Benarkah Maryam Seorang Nabiyyah? (1)

Kata nabi berasal dari bahasa Arab. Akar katanya naba’a berarti memberitakan atau memberitahukan, kemudian membentuk kata al-nabiy berarti orang yang mendapat berita dari Allah (man anba’a ‘anillah), nabi atau pembawa berita.

Kriteria seorang nabi dalam literatur Islam, antara lain, diturunkan kepadanya wahyu melalui perantara malaikat dan memiliki perbuatan luar biasa (mukjizat) yang bisa meyakinkan masyarakatnya.

Perbedaan antara nabi dan rasul ialah, nabi orang yang memperoleh wahyu dari Allah SWT hanya untuk dirinya sendiri, tidak wajib disampaikan kepada umat atau masyarakat.

Sedangkan rasul ialah seorang nabi yang memperoleh wahyu dari Allah dan wahyu itu wajib disampaikan kepada umat dan masyarakat. Dalam hadis sebagaimana diriwayatkan oleh Hakim dari Abu Dzar berkata, “Berapa nabi secara keseluruhan? Dijawab, “100.000 nabi”. Sedangkan rasul hanya diperkenalkan 25 orang dalam Alquran.

Istilah yang digunakan Alquran untuk mengidentifikasi seorang nabi atau rasul, antara lain, bisa dipahami secara eksplisit yaitu Allah menyampaikan wahyu kepada mereka, seperti kata wa auha … (saya wahyukan):

“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS An-Nisaa’ [4]:163).

Biasa juga digunakan istilah “al-shiddiq” (orang yang amat dipercaya), seperti: ”(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru), “Yusuf, hai orang yang amat dipercaya’ (al-shiddiq), terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya.” (QS Yusuf [12] :46).

(Dikutip dan diselaraskan dari tulisan Prof Dr Nasaruddin Umar, Senin, 06 Agustus 2012, 06:16 WIB, dalam http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/tasawuf/12/08/07/m8ac4n-benarkah-maryam-seorang-nabiyyah-1)