Benarkah Maryam Seorang Nabiyyah? (2)

Seorang Nabi atau Rasul biasanya disertakan kepadanya mukjizat. Mukjizat ialah suatu perbuatan luar biasa (amrun khariqun lil ‘adah) yang diberikan kepada para nabi untuk meyakinkan dirinya sebagai nabi.

Seperti perahu Nabi Nuh menantang tsunami, Ibrahim tidak terbakar oleh api, Sulaiman memerintah jin, angin, dan binatang buas, Musa diberikan tongkat ajaib yang bisa membelah lautan, dan Isa menghidupkan orang mati.

Mungkinkah perempuan menjadi nabiyyah?
Dalam beberapa artikel terdahulu dibahas misteri Maryam. Kali ini kita akan mengukur kapasitas yang dimiliki Maryam, apakah dia memenuhi unsur sebagai seorang ‘nabi perempuan’ (nabiyyah) atau tidak?.

Maryam memiliki berbagai kekhususan. Di antaranya Alquran sendiri memberikan pengakuan bahwa Maryam seorang yang shiddiqah yang diterjemahkan oleh Alquran terjemahan versi Kementerian Agama dengan “seorang yang sangat benar”:

“Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar (shiddiqah), kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpa ling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” (QS al-Ma’idah [5]: 75).

Maryam juga memiliki keluarbiasaan, yaitu bisa mengandung dan melahirkan Nabi Isa dalam keadaan perawan suci tanpa pernah bersentuhan dengan laki-laki, seperti dilukiskan Alquran:

”Maryam berkata, ‘Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!’. Jibril berkata, “Demikianlah. Tuhanmu berfirman, ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.’ Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.” (QS Maryam [19]: 20-22).

(Dikutip dan diselaraskan dari tulisan Prof Dr Nasaruddin Umar, Selasa, 07 Agustus 2012, 12:42 WIB,dalam http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/tasawuf/12/08/07/m8dejg-benarkah-maryam-seorang-nabiyyah-2)