Berhati-hatilah Terhadap Para Pembohong

Saat ini, kita sering menonton ‘atraksi kebohongan’ yang dikemas dengan kata-kata indah, hingga kita terkesima, dan bahkan bukan tidak mungkin menjadi percaya terhadap para pembohong karena kelihaiannya dalam mengemas kata.

Bahkan, tidak hanya dengan kata; mereka (para pembohong) begitu piawai menampilkan data fiktif-manipulatif untuk menegesankan kebenaran atas kebohongan mereka.

Dan banyak orang yang terkecoh dengan sejumlah kebohongan para pembohong. Akhirnya, yang salah pun terkesan benar, sementara yang benar terkesan salah.

Pasca Pileg dan Menjelang Pilpres tahun ini, saya menyaksikan ‘berbagai atraksi kebohongan’ itu di media apa pun, termasuk di dunia maya, karena adanya sejumlah kepentingan mereka untuk berbohong. Ada yang mengatasnamakan kepentingan HAM, rakyat dan bangsa, bahkan ‘agama’.

Inilah yang juga terjadi pada pertunjukan ‘akrobat’ para badut-intelektual, yang bertopeng ‘kesalehan’ semu!

Oleh karena itu, berhati-hatllah, agar kita tak menyesal di kemudian hari.

Ingat firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS al-Hujurat/49: 6)