Bunda

Seribu definisi tak akan cukup ketika menyebut satu nama, “Ibu”. Insan pemberi, ikhlas tanpa pamrih, kasihnya mengalir tak bermuara, sayangnya tak berujung, cintanya tiada bertepi, serta doanya selalu terlantun dan terpatri. Dia adalah manusia tangguh tanpa pernah mengeluh. Selalu siap merangkul tanpa pernah diminta.

Rasulullah SAW pun sangat menghormati sosok ibu hingga beliau lebih mengutamakannya dibandingkan makhluk lainnya di muka bumi ini. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, ”Telah datang kepada Rasulullah SAW seorang laki-laki yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah yang lebih berhak saya pergauli dengan baik?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Dia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Dia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau pun menjawab, ‘Ibumu.’ Dia pun bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Beliau menjawab, ‘Ayahmu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ibu adalah pahlawan bagi setiap jiwa anak manusia. Darah, air mata, dan peluh siap dipertaruhkan, senandung doa pun hanya tercipta demi buah hatinya. Bahkan, berkorban nyawa pun dilakukan ketika anaknya hadir di muka bumi. Pernahkah terbayang dalam benak kita ketika ia harus menanggung beban dalam dirinya selama sembilan bulan? Berjuta penat, lelah, dan berbagai rasa tidak nyaman menyergap dirinya. Namun, karena cinta yang tiada tergantikan merasuk serta menjalar dan menghujam dalam benak sang ibu, ia pun menghadapi semua dengan senyum dan untaian syukur.

Tidak berhenti di situ, ia merawat dan membesarkan serta mendidiknya hingga dewasa dengan kasih yang tak bertepi. Allah mengingatkan kita pada jasa ibu melalui ayatnya, ”Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik pada ibu bapaknya, ibunya mengandung dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula) ….” (QS Al Ahqaaf [46]: 15).

Sejatinya, ibu adalah lautan berjuta kasih. Sekumpulan kata-kata indah, bahkan tidak akan sanggup melukiskan betapa besar pengorbanannya. Tiada sesuatu pun yang sebanding. Tumpukan permata, gunung berlian, bahkan seisi lautan seumpama diubah menjadi kristal termahal pun tidak akan sanggup jika kita harus membayarnya. Tidak heran jika Sang Pemilik Arasy memberinya ganjaran dengan kedudukan yang sangat mulia, yang tidak akan pernah didapatkan oleh makhluk mana pun di semesta raya ini.

”Dan, Tuhanmu telah memerintahkan kamu supaya jangan menyembah, selain Dia. Dan, hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya ….” (QS Al Isra [17]: 23). Sungguh, menghormati dan menyayangi orang tua terlebih ibu merupakan jalan terbaik meraih keberkahan hidup dunia dan akhirat.

(Dikutip dan diselaraskan dari tulisan Desy Arisandy, “Hikmah”, Republika, Senin, 22 Desember 2008)