Jagalah Reputasi Anda

Setiap orang memiliki track record (rekam jejak) atau yang lebih dikenal dengan reputasi. Reputasi merupakan pendapat umum atau pendapat orang lain tentang karakter atau kualitas kita. Ada yang memiliki reputasi baik, namun ada juga yang memiliki reputasi buruk. Semuanya kembali kepada diri kita sendiri. Kita harus menyadari bahwa kita tidak bisa mengontrol pendapat orang lain tentang kita tetapi kita bisa mengontrol apa yang kita lakukan, yaitu segala sesuatu yang akan menjadi bahan kesimpulan pendapat orang lain tentang diri kita.

Kita perlu menjaga agar reputasi kita tetap baik. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak perusahaan akan menerima seorang karyawan setelah lebih dulu mendapat referensi dari orang lain tentang reputasi baik karyawan tersebut. Tak hanya individu yang perlu memiliki reputasi baik, sebuah perusahaan pun perlu memilikinya. Jika sebuah perusahaan sudah memiliki reputasi baik, maka perusahaan tersebut akan dipercaya sehingga kerja sama dengan relasi menjadi lebih mudah dijalin.

Reputasi yang baik memang susah didapatkan. Pada saat yang sama, nama atau reputasi yang terlanjur buruk juga susah untuk dihilangkan. Semuanya memerlukan proses yang panjang. Untuk mendapat dan memertahankan reputasi baik, ada proses panjang yang harus kita lewati. Kita harus bisa menunjukkan integritas (Ingat: Seorang dikatakan “memunyai integritas” apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang dipegangnya), tanggung jawab, kejujuran, ketulusan, dan bisa dipercaya. Jika mendapatkan reputasi yang baik sudah sedemikian sulit, terlebih lagi untuk memulihkan sebuah reputasi yang terlanjur buruk. Itu lebih sulit lagi!

Reputasi adalah sesuatu yang mahal, bahkan lebih berharga daripada kekayaan mana pun. Dengan reputasi yang baik, jalan menuju kesuksesan lebih mudah dibandingkan dengan reputasi buruk yang terlanjur melekat. Oleh karena itu, baiklah kita hati-hati dengan hidup kita ini. Dalam melakukan segala sesuatu, jangan hanya berpikir untuk kepentingan jangka pendek saja. Berpikirlah untuk jangka panjang, selaraskan apa yang kita lakukan saat ini dengan reputasi baik kita.

Reputasi yang baik susah didapatkan, reputasi yang buruk susah dihilangkan. Ketika ‘kita’ sudah diakui ‘baik’, maka semua orang mencari. Tetapi (sebaliknya), ketika kita sudah ‘dicitrakan buruk’, maka semua orang pun akan mencampakkan.

Oleh karena itu, mengutip firman Allah:

.. .قُوا أَنفُسَكُمْوَأَهْلِيكُمْ نَارًا. . .

“…peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …”

Jagalah di Anda dan juga kerabat Anda dari ‘keterpurukan reputasi Anda’, dengan satu cara: ”beramal salehlah dan tinggalkan segala bentuk kemaksiatan selamanya. Kapan pun, di mana pun dan dalam konteks apa pun”.

Wa Ma’an Najâh!

(Dikutip dan diselaraskan dari http://www.renungan-spirit.com/ilustrasi-rohani/reputasi.html)