Habis Manis Sepah Dibuang ….

Itulah yang terjadi pada ‘tebu’. Pohon yang telah menyediakan sari ‘gula’ yang hingga kini masih dimanfaatkan orang.

Tetapi, kenapa ‘sepah’-nya selalu dibuang tanpa diperhitungkan manfaatnya?

Apakah manusia tidak ingat bahwa Allah tidak pernah menjadikan ‘semua’ ciptaan-Nya dengan sia-sia?

Coba renungkan … Jangan-jangan ‘sepah’ tebu itulah yang sebenarnya menyimpan manfaat yang luar biasa. Tetapi karena manusia tidak pernah mau tahu, mereka mengabaikannya.

Kasihan ‘Si Sepah’ Tebu itu.

Saya bertekad untuk memungutnya, dan berdoa kepada Allah untuk ‘bisa’ memanfaatkannya dengan sikap syukur kepada-Nya.

Ya Allah, berikan kepada diriku kemampuan untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Mu, dan jangan biarkan aku menyia-nyiakan nimat-Mu sekecil apa pun.

Berikan kepadaku ‘kemampuan’ untuk bersabar bersama ‘sepah’ tebu yang telah dilupakan oleh para manusia, karena mereka telah memeras sari-sarinya, dan dianggap sama sekali tak berguna oleh para manusia yang ‘tengah lupa’ untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Mu.

Āmîn Yâ Mujîbas Sâilîn.