Jurus Pamungkas Kampanye ‘Sang Politikus’: “Pilihlah Aku”

Berkali-kali saya baca artikel yang berjudul: “Rahasia Di balik Suksesnya Kampanye Politik”, seraya mencermati ‘ulah’ tim suksesnya yang ‘memang’ sudah’ menyiapkan diri untuk mengampanyekan ‘orang’ yang ‘memanfaatkan perannya”. Dengan segala cara, termasuk — kalau perlu — ‘agak’ sedikit berbohong, dan — biasanya — mereka menggunakan rumus yang substansinya sama.

 

Saya sudah menemukan 5 (lima) jurus ‘jitu’ yang selalu mereka pakai:

1. Brand Building

Menciptakan identitas atau image dari politisi merupakan unsur yang sangat penting dari kampanye politik dimana image ini nantinnya akan membuat dia lebih “terlihat” atau lebih diperhatikan di publik. Munculnya sosial media juga membawa perubahan bagi para politisi tentang bagaimana harus berkomunikasi dengan publik. Untuk mengambil hati dan pikiran masyarakat/voters, setiap politisi harus mengadopsi pendekatan yang lebih personal. Dimana cara berkomunikasi yang digunakan adalah komunikasi yang menyoroti kondisi masyarakat dan komunikasi yang bertujuan untuk mengembangkan personal image yang menarik bagi masyarakat.

2. Komunikasi Internal

Komunikasi yang baik dalam partai adalah faktor yang penting yang bisa mempengaruhi jumlah suara pemilu. Komunikasi yang buruk antar anggota partai dapat membahayakan kredibilitas partai dan menyebabkan penurunan kepercayaan publik terhadap partai tersebut.

3. Message Management

Pesan kampanye harus berkaitan dengan harapan rakyat untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Contohnya : Obama dengan slogan “Yes We Can” dan poster kampanye yang memiliki unsur gagasan perdamaian berhubungan dengan pemilih membutuhkan perubahan.Pesan dari kampanye nya juga dirancang untuk menarik hati para pemilih yang masih tidak tahu akan memilih siapa, untuk memilih Obama sehingga bisa menambah jumlah suara Obama.

4. Community Engagement

Yang istimewa dan luar biasa dari kampanye Obama adalah penggunaan sosial media. Sosial media platform yang digunakan tidak hanya untuk mengomunikasikan pesan, tapi untuk menghubungkan para voters satu sama lain sehingga bisa membantu mereka mengorganisir saat diadakan aksi lokal di dalam suatu komunitas – komunitas yang ada.

5. Information and Media Management

Ini adalah tugas para profesional PR untuk memastikan bahwa informasi yang ada sudah sesuai dengan pesan kampanye partai. Tapi di media era sekarang, sulit rasanya untuk mengendalikan pesan, tetapi di sisi lain teknologi yang ada sekarang membuat kita semakin mudah untuk tetap terhubung dengan komunitas online para praktisi PR sehingga dapat memberikan kekuatan untuk membangun hubungan yang solid dengan para voters dan tentunya dapat terhubung langsung dengan voters pada tingkat yang lebih personal.

Selamat menelaah dan memahaminya dengan sikap kritis.

(Sumber Tulisan, http://prtips2011.blogspot.com)