Menuju Sehat wal ‘Afiat Ala Rasulullah s.a.w.

Dalam catatan sejarah, dinyatakan bahwa selama hidupnya Rasulullah s.a.w. hanya pernah sakit sebanyak dua kali, yaitu pada saat pertengahan hidup dan menjelang wafatnya. Itu pun hanya berlangsung sebentar, serta hampir tidak merepotkan orang banyak.

Kemampuan Rasulullah s.a.w. menjaga kesehatannya hingga hanya dua kali menderita sakit, adalah satu catatan sejarah dan prestasi yang luar biasa. Itu merupakan prestasi pengendalian kesehatan yang langka.

Rasulullah s.a.w. sadar, Allah SWT sangat membenci manusia yang lalai. Apalagi sampai mengganggu serta membuat bencana kesehatan. Rasulullah s.a.w. memulai dari hal-hal kecil, seperti berolahraga, menggosok gigi, dan menyisir rambut. Aktivitas tersebut, oleh Rasulullah s.a.w. dipandang sebagai ibadah, yang berarti ‘berpahala’.

Apa resep yang dipergunakan Nabi Muhammad s.a.w.? Jawabnya adalah: “kedisiplinan”.

Penjelasannya sebagai berikut:

Pertama, beliau selalu bangun sebelum fajar. Setelah selesai melaksanakan shalat belaiu tidak tidur lagi, tetapi terus berdzikir dalam bentuk ucapan dan tindakan.

Kedua, beliau tidak pernah makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Beliau makan untuk keperluan hidup, bukan hidup untuk makan.

Ketiga, ketika marah beliau tetap mampu mengendaliian emosi.
Beliau marah karena Allah SWT. Kemarahan beliau hanya tampak dari wajah, tetapi nurani Rasulullah s.a.w. tetap menunjukkan sikap kasih sayang.

Keempat, beliau tidak pernah minum sambil bernapas. Air yang beliau minum selalu dari wadah tertutup. Menurut beliau, air dari wadah terbuka mudah terkena debu.

Kelima, beliau tidak mudah tersugesti bila dihadapkan pada suatu kondisi (kesehatan) yang tidak menguntungkan. Karena bagi beliau, gampang terpengaruh tidak menunjukkan sikap sabar. Maksud tersugesti di sini ialah menanggapi suatu situasi yang menimpa sakitnya dengan perasaan berlebihan. Misalnya dengan mengeluh apalagi menyesali.

Inilah resep sehat ala Rasulullah s.a.w.

Mau mengikutinya? Silakan!