Menyingkap Misteri Maryam (5)

Ada dua teks yang sangat penting sebagai sumber inspirasi untuk mengenal Maryam. Kedua teks ini sering dinyanyikan saat mengikuti misa khusus untuk mengenang bunda Maria. Teks pertama di dalam Proverbs 8:22-30:

“Tuhan telah memiliki aku pada awal pekerjaan-Nya, sebelum perbuatan-Nya yang dahulu kala. Aku sudah dibangunkan sejak azali, sejak pada permulaan, sebelum adanya bumi.”

“Pada saat tidak ada kedalaman, aku telah ditampilkan, sejak belum adanya pancuran yang berisi air. Sebelum gunung-gunung dibangun, sebelum bukit-bukit, aku telah ditampilkan.”

“Sebelum Dia membuat bumi atau padangpadangnya atau debu dataran yang pertama. Ketika Dia mempersiapkan langit-langit, aku ada di sana. Ketika Dia menggariskan lingkaran pada muka kedalaman. Ketika Dia menetapkan awan-awan di atas, ketika Dia mengukuhkan pancuran ke dalaman, ketika Dia menentukan batas kepada laut agar tidak akan melanggar titah-Nya, dan ketika Dia menetapkan dasar-dasar bumi.”

”Pada saat itu, aku ada di sebelah- Nya sebagai seorang yang telah dibesarkan bersama dengan-Nya; dan aku adalah kesenangan setiap hari-Nya, senantiasa bergembira di hadapan-Nya.”

Dalam redaksi lain ditemukan di dalam Wisdom of Solomon [7]:22- 30: “Dia adalah embusan kekuatan Tuhan, dan sebuah pengaruh murni yang mengalir dari keagungan Tuhan. Dia adalah terangnya cahaya abadi. Cermin kekuasaan Tuhan yang tidak ternoda, dan image kebaikan-Nya.”

“Dia bisa melakukan apa pun, dan tetap pada dirinya, dia membuat semuanya menjadi baru. Dia lebih cantik dari matahari, dan lebih tinggi dari semua bintang-bintang; ketika dibandingkan dengan cahaya, dia telah ada sebelumnya.”

Kidung-kidung ini sering dinyanyikan di dalam gereja untuk mengenang bunda Maria. Dalam misa yang diadakan di Eropa, banyak lagi kidung yang dilagukan tentang ke utamaan bunda Maria. Maria seolah tidak kalah agungnya dengan Sang Yesus Kristus itu sendiri.

Maryam sering dilukiskan sebagai “the immaculate conception” dan ia dinyatakan sebagai “Ruang Tuhan yang tidak Punya Ruang” (Space of the Spaceless God). Sebuah pernyataan yang mengisyaratkan bahwa “Hanya Sophia yang mengendalikan seluruh sirkuit langit-langit.” (Ecclesiasticus 24:5).

(Dikutip dan diselaraskan dari tulisan Prof Dr Nasaruddin Umar, Selasa, 31 Juli 2012, 14:38 WIB, dalam http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/tasawuf/12/08/07/m80l7q-menyingkap-misteri-maryam-5)