Raihlah Masa Depanmu dengan Asa dan Doa

Anakku,

Jangan sekejap pun kau merasa resah dan gelisah ketika pijakan kakimu masih berada di lorong kegelapan malam
Yang terpenting bagimu adalah: “jangan pernah kau berhenti untuk melangkahkan kakimu menuju terangnya siang”.

Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian
Bersusah-susah dahulu, bersenang senang kemudian
Itulah kata orang bijak

Anakku,

Saat ini ‘memang’ kau tengah berjuang untuk menembus kegelapan
Di tengah himpitan rintangan yang tengah kau hadapi

Ingat!
Jangan sedetik pun ‘kau pernah’ merasa lelah untuk melangkahkan kakimu untuk menggapaii cita-citamu
Tegakkan badanmu, dan jangan pernah sekali pun menyerah

Pandanglah ke depan, dan lihatlah dengan matamu yang jernih
Cahaya kesuksesanmu sudah terlihat sangat jelas di depan matamu

Saatnya kini kau ‘harus’ bersungguh-sungguh, bekerja keras dan cerdas untuk meraih impianmu bersama asa dan doa-doamu

Doa ayah-ibumu pun selalu menyertaimu dari lubuk hati yang paling dalam

Salam rindu dan kasih-sayang dari kedua orang-tuamu

Ungkapan Kerinduan dan Kasih-sayang Pasca-Tahajud (dari) Ayah-Ibumu, di Atas Hamparan Sajadah Biru
Rabu, Dini Hari
16 April 2014