Renungan Malam, Senin 7 Juli 2014: “Kepada Siapa pun Yang Masih Memiliki Nurani”

Mari pada minggu tenang ini, kita ‘berpikir tenang dan cerdas’.

Saya masih ingat rangkaian kata Almarhum Pak Muchtar Lubis beberapa tahun silam di mobil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, ketika saya bersama beliau menuju Bandara Adisucipto Yogyakarta.

Dia katakan: “Ini politik!” Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.

Banyak ‘cara’ orang ingini menang’ dengan cara apa pun. Termasuk menciptakan ‘citra’ negatif pada lawan poliiknya. Yang penting ‘menang’. Ini bukan lagi kompetisi, tapi ‘kongkurensi’, Karena dalam dunia politik di negerim kita masih banyak orang yang ‘tega dan licik’ demi kepentingan dirinya dengan mengorbankan kepentingan ‘rakyat’ yang seharusnya lebih diprioritaskan.

Mari kita — kaum intelektual ini — bersama-sama menciptakan ‘kedamaian’.

Terlalu mahal untuk negeri kita tercinta — Indonesia — ini diserahkan pada para petualang politik yang ingin menciptakan kekeruhan — denagn mengorbankan kepentingan rakyat — hanya untuk memenuhi kepentingan pribadi dan kelompok. Kepentingan rakyat dan juga bangsa Indonesia ini jauh lebih utama dari kepentingan segelintir orang yang seringkali memainkan sebuah permainan politik ‘kotor’, dengan cara mengorbankan kepentingan rakyat dan bangsa ini.

Untuk itu, berpijak dari nasihat Almarhum Pak Muchtar Lubis, dengan ketulusan hati saya katakan: “Mari, sekali lagi kita berpikir lebih tenang dan cerdas untuk Indonesia, negeri kita tercinta. Jauhkan negeri ini dari makelar-makelar politik yang kurang bertanggung jawab. Cerdaskan rakyat ini dengan proses pembelajaran yang santun dan berkeadaban. Melalui apa saja, termasuk melalui media sosial ini.

Insyaallah, dengan niat kita bersama yang tulus, kita bisa bersatu untuk masa depan Indonesia kita tercinta.

Salam Damai dari ‘Orang Kecil’  dari Kampung Kecil, “Ngadisuryan, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, DIY, Indonesia.”

Muhsin Hariyanto

Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta