Sebutan atau gelar ‘haji’ tampaknya bukanlah sesuatu yang ‘biasa’ dalam tradisi komunitas muslim Indonesia.

Gelar ‘haji’ atau hajjah’ secara psikologis bisa menjadi peringatan kepada para penyandangnya agar senantiasa berusaha menyesuaikan perilakunya dengan identitas mulia yang diberikan oleh masyarakatnya.

Karena gelarnya, seseorang ‘tiba-tiba’ menjadi lebih rajin menghadiri pengajian dan berjamaah di masjid.

Itulah yang bisa saya cermati, meskipun saya masih menunggu kiprah mereka untuk lebih memberi manfaat pada siapa pun sebagai bukti kemabrurannya.