Ada sebuah penelitian yang menyimpulkan bahwa “Shalat Tahajud” yang dilakukan secara kontinyu, tepat, khusyu’ dan ikhlas dapat menumbuhkan respon emosi berupa persepsi dan motivasi positif dan mengefektifkan coping (proses pada seseorang yang mencoba untuk mengatur kenyataan atau pun persepsi yang bertentangan antara keinginan dan sumber pemenuhan keinginan pada situasi stress), serta dapat beradaptasi terhadap pola perubahan irama sirkadian (siklus 24 jam dalam proses fisiologis makhluk hidup) dalam tubuh.

Dengan demikian, shalat tahajud selain bernilai ibadah juga sarat dengan muatan psikologis yang dapat memengaruhi kontrol kognisi dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif, dan coping yang efektif.

Emosional positif ini ternyata sangat bermanfaat untuk menghindarkan “reaksi stres”.