Tadarus Pagi, Jumat 11 Juli 2014: “Berjuang Karena Allah”

Setelah membaca ayat al-Quran yang memerintahkan setiap muslim untuk berjihad di jalan Allah, saya pun teringat kisah Khalid bin Walid.

Banyak orang bertanya, mengapa Khalifah Umar bin al-Khaththab memberhentikan  Si ‘Jenderal’ Khalid bin Walid? Padahal ‘Dia’ sangat  brilian dan berprestasi. Tenyata — kata para ulama — Khalifah Umar memiliki alasan yang sangat tepati.  Pada saat perang (Perang Yarmuk) masih berkecamuk, datanglah surat perintah dari Khalifah Umar bin Khattab untuk memberhentikan Khalid bin Walid sebagai pemimpin perang dan ‘Dia’ menunjuk Abu Ubaidah bin Jarrah sebagai penggantinya.

Kata para ulama, paling tidak terdapat tiga hal yang ingin beliau (Umar bin al-Khaththab) ajarkan kepada semua orang:

Pertama, Dia ingin mengingatkan kepada Khalid bin Walid dan juga kepada setiap muslim, bahwa pangkat dan jabatan bukanlah segala-galanya dan jangan sampai menjadi tujuan dalam setiap perjuangan dan pengabdian. Pangkat dan jabatan hanyalah amanat perjuangan dan pengabdian.

Kedua, meskipun selalu meraih kemenangan,  jangan sampai Khalid bin Khalid dipuji secara berlebihan. Karena bisa jadi pujian itu akan mendatangkan kesombongan. Jangan sampai kita beranggapan bahwa ‘kekuatan dan kemenangan Islam’ bergantung pada seseorang. Hanya karena izin Allahlah kemenangan itu ‘bisa’ terjadi.

Ingatlah selalu pada adagium yang harus diyakini oleh setiap muslim: “Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh.

Ketiga, Umar bin al-Khaththab ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa Islam memiliki SDM yang sangat kaya dan kuat, dan kaderisasi kepemimpinan yang dilakukan oleh umat Islam benar-benar berjalan sangat baik. Seolah-olah Dia tengah berkata pada dunia: “Masih ada ‘Khalid-khalid yang lain yang tak kalah hebat dibanding Si ‘Jenderal’ Khalid yang sangat dikagumi dan disegani.”

Nah, apakah ruh (spirit) seperti ini masih dimiliki oleh setiap muslim dan para pemimpinnya?

Mudah-mudahan kita tetap selalu ‘bisa’ mewarisinya, dan selalu siap berjuang karena Allah. Amien.

Ibda’ bi nafsik!