As-Sa’di — dalam kitab tafsirnya — menyatakan:“Orang yang paling mulia di sisi Allâh adalah yang paling bertakwa, yaitu orang yang paling sempurna dalam menjalankan perintah Allâh dan paling sempurna dalammenjauhi larangan (maksiat-maksiat).”[1]

Sementara itu, al-‘Utsaimin menyatakan: “Tidak ada hubungan antara Allâh dengan makhluk-Nya kecuali dengan ketakwaan. Siapa saja yang lebih bertakwa kepada Allâh niscaya akan lebih dekat dengan-Nya. Dia lebih mulia disisi Allâh. Karena itu, orang tidak boleh membanggakan kekayaan, paras wajah,fisik, anak dan keturunan, istana atau pun dengan kendaraannya, serta apa pun yang ada di dunia ini.“[2]

Mari kita renungkan!

[1]Taisîrul Karîmir Rahmân , hal. 881

[2]Al-‘Utsaimin, Syarh Riyâdhish Shâlihin, juz I, hal. 31.