Ternyata ‘bersabar’ itu indah.

Baru saja saya bersama isteri dan anak-anak mendapatkan ‘ujian’ untuk merawat ibu yang sakit dan terbaring di rumah, setelah 18 hari dirawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Berkali-kali kami memberikan sesuatu yang sangat berarti bagi ibu, dan berkali-kali pula ditolak, karena beliau kurang berkenan.

Saya katakan kepada isteri dan anak-anakku: “Jangan pernah kecewa dan — apalagi — berputus asa. Bersabarlah untuk selalu memberikan yang terbaik kepada siapa pun dengan sikap ikhlas.

Alhamdulillah, tadi pagi ibu pun berkata lirih kepada kami: “Jangan pernah kecewa, apalagi mengecewakan orang. Allah akan membalas amal kebaikanmu sebatas keikhlasanmu untuk berbuat sesuatu”.

Kami pun lega, karena ibuku yang selama ini telah mendidikku untuk bersabar dan bersikap ikhlas dalam berbuat sesuatu telah berhasll menanamkan sikap sabar dan ikhlas kepada diri kami.

Doakan ibu, agar kami bisa menjaga kesabaran dan keikhlasan kami.

Amien.