Ternyata Tukang Sampah pun Bisa Menjadi Guruku

Pagi ini saya sengaja mengerjakan pekerjaan rumah. Bersih-bersih halaman. Dan mungkin karena tergesa-gesa-banyak debu yang masuk ke ruang tamu.

Pas (tepat) pada saat saya lihat debu yang ada di rung tamu, tukang sampah pun datang. Dia ambil sampah di depan rumah saya, seraya menyapa diri saya dengan bahasa jawa: “Njanur gung pak …. Wonten ingkang saget kula biyantu?”

Spontan saya menjawab: “Monggo!”.

Si Tukang sampah pun mengambil ember dan mengisinya dengan air melalui kran di depan rumah. Kemudian dia siramkan air itu di halaman rumahku yang tengah saya sapu. Setelah itu dia sap dengan pelan-pelan. Dan ternyata hasilnya ‘luar biasa’. Bersih dan tak ada debu beterbangan. Halaman rumah bersih, dan kamar tamu tidak terkena debu lagi.

Dari Si Tukang Sampah saya bisa belajar untuk menyapu halaman rumah dengan bersih tanpa mengotori ruang tamu dengan debu yang sempat beterbangan.

Terima kasih pak Tukang Sampah. Semoga Allah membalas amal shalihmu dengan pahala yang berlipat.

Amien.