Untukmu Para Sahabatku

Karena engkau yang masih setia menemaniku, sahabatku-sahabatku, hingga kini aku masih ada dan bisa saling menyapa

Jika para sahabatku tak lagi mau menyapa dan mengingatkanku, aku tidak tahu ‘apa’ yang ‘kini’ terjadi pada diriku.

Barangkali aku sudah lupa kepada Allah, bersikap kufur dan tak lagi bisa bersabar.

Atau bahkan aku sudah hancur, terpuruk dalam lembah kenistaaan, karena aku tak lagi mendapatkan hidayah dan taufiqNya.

Terima kasih sahabat-sahabatku yang selalu setia dan bersedia menyapaku.

Semoga Allah senantiasa berkenan melimpahkan rahmatNya untuk diri kita.

Amien.

(Catatan Harian “Komunitas Sekolah Kehidupan”, Senin 8 April 2014)